Jika...

Jika Cobaan sepanjang Sungai, maka Kesabaran itu seluas Samudra. Jika Harapan sejauh Hamparan Mata memandang, maka Tekad mesti seluas Angkasa membentang. Jika Pengorbanan sebesar Bumi, maka Keikhlasan harus seluas Jagad Raya.

Senin, 27 Juni 2011

Wanita Suci (Suara Hati Seorang Ikhwan)

Wanita suci,

Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli ?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah,tersempurna dan tertinggi
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan

Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh, karena membuatku mengingatmu
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci

Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung
Ada ingin tapi tak ada henti
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kau pertaruhkan
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa dihadapanku bila kau kalah
Dan tak lebih dari wanita biasa

Wanita suci,
Jangan pernah kau tatapku penuh
Bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seseorang yang masih kotor
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari lumpur
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi
Karena kau toh hanya manusia, hanya wanita

Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci

Wanita suci,
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kau bangun dengan segala kekhusyu'an tangis do'amu

Wanita Suci,
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kau pilih, seperti kisah seorang wanita suci yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita 
(Anonim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar